Langsung ke konten utama

Filosofi Dan Makna Dibalik Logo Hari Pahlawan 10 November 2021

    


    Menjelang Hari Pahlawan Kementrian Social RI Membuat logo

tanggal 10 November adalah hari pahlawan. hari pahlawan 10 November tak lepas dari peristiwa 10 November 1945 disurabaya. peristiwa itu adalah perang pertama antara pasukan Indonesia dan asing pasca proklamasi kemerdekaan. Dalam memperingati hari pahlawan, kementerian sosial Republik Indonesia baru saja merilis logo dan tema peringatan hari pahlawan 2021. Lalu bagaimana bentuk logo Hari Pahlawan 2021? apa tema yang diangkat tahun ini? apa filosofi dan makna di balik logo tersebut? berikut ulasannya.

     Hari Pahlawan 2021 mengangkat tema 'Pahlawanku Inspirasiku'. Adapun peringatan Hari Pahlawan ditujukan untuk:

1. Mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

2. Membangun ingatan kolektif untuk kemudian menggerakkan kesadaran masyarakat agar mau meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Memperkuat Persatuan dan kesatuan bangsa dengan dilandasi semangat nilai kepahlawanan dalam bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia

4. Meningkatkan rasa kecintaan serta kebanggaan sebagai bangsa dan Indonesia.

     Makna dan Filosofi Logo Hari Pahlawan 2021 Melansir dari laman resmi Kemensos RI, berikut 5 makna dan filosofi dari logo Hari Pahlawan Nasional 2021:

1. Bambu Runcing Bambu runcing menjadi senjata yang digunakan para pejuang kemerdekaan. Senjata ini adalah simbol keberanian para pejuang dalam menghadapi penjajahan di masa lalu.

 2. Buku Buku menjadi simbol inspirasi generasi masa kini untuk mengenang kisah heroik para pahlawan kemerdekaan. Melalui buku, generasi saat ini bisa kembali mengenang perjuangan para pahlawan. 

3.Menolong Simbol menolong yang dimuat dalam logo Hari Pahlawan bermakna pengorbanan para pahlawan untuk menolong orang lain, di mana mereka rela mengorbankan kenyamanan sendiri.

4. Bendera Merah Putih Bendera merah putih adalah simbol bangsa Indonesia. Bendera menjadi warisan yang harus dijaga dengan mewujudkan tujuan bernegara, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

 5. Kepalan Tangan - Kepalan tangan yang dimuat dalam logo Hari Pahlawan bermakna simbol keteguhan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Generasi saat ini diharapkan dapat memiliki keteguhan yang sama dalam mempertahankan kemerdekaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan Buku Konsep Adab Syed Muhammad Naquib al-Attas

  Konsep Adab Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Aplikasinya di Perguruan Tinggi     Judul                        : Konsep Adab Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Aplikasinya Penulis                      : Dr. Muhammad Ardiansyah Editor                        : Dr. Adian Husaini Penerbit                     : Yayasan Pendidikan Islam at-Taqwa Depok Jumlah Halaman       : 300 Halaman   Biografi Intelektual Syed Muhammad Naquib al-Attas   1.    Riwayat Hidup dan Latar Belakang Pendidikan Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah seorang pemikir dan ilmuan besar kelahiran Bogor, 5 September 1931. Aya...

Resensi Buku Dahsyatnya Kekuatan Berpikir Positif

RESENSI BUKU DAHSYATNYA KEKUATAN BERPIKIR POSITIF Penulis                               : Norman Canfield                                                             Penyunting                        : Irwansyah Perancang sampul           : Pakar 55 Penata letak                        : Marissa Penerbit                               : Banana Books Tebal Hal...

Kulaih Offline Perdana Jurnalistik

Pada, 23 Oktober 2021. Berlangsung kegiatan belajar dan mengajar di Kampus IDBC Solo, Jawa Tengah. yang diajarkan oleh Ustadz Muhammad Anwar Djaelani. Pertemuan ini adalah pertemuan yang ke-10. Terasa begitu spesial karena pembelajaran dilakukan secara offline. Para Mahasantri diberikan Tugas Akhir sebagai syarat kelulusan untuk mengikuti jenjang berikutnya yakni jenjang "Techno" (skill dan kemampuan komputer, seperti desain grafis). Para Mahasantri IDBC Solo sangat antusias mengikuti dan memperhatikan materi jurnalistik dari Ustadz M. Anwar Djaelani, banyak diskusi tanya-jawab yang terjadi seputar cara menyusun kalimat yang benar dalam menulis berita/informasi di media. Goal dan harapan kami Mahasantri IDBC Solo nanti ketika lulus dapat menjadi seorang Da'i yang berkompoten juga dalam bidang Jurnalistik (karya tulis). sehingga dari tulisan mereka kelak dapat menjadi inspirator kebaikan bagi orang lain juga.